Sekitar dua tahun yang lalu aku berlibur di salah satu pulau di kepulauan seribu, yaitu Pulau Putri. Sebenarnya waktu itu aku sudah membuat postingannya di blogku yang lain, tapi karena menurutku postingannya masih kurang begitu detail jadi aku akan merepost postingannya di sini 🙂
Nah, aku liburan di Pulau Putri selama dua hari satu malam bersama keluarga. Untuk menuju ke sana, kami harus ke Pantai Ancol dulu setelah itu baru bisa menuju ke pulau tersebut dengan menggunakan speedboat yang disediakan oleh Ancol. Perjalanan dari Ancol ke pulau itu memakan waktu sekitar 45 menit. Setelah sampai di sana, aku agak terkejut karena menurutku pulaunya kecil dan sepi, seperti pulau yang memang dibuat khusus untuk pengunjung yang ingin berlibur. Kita tidak akan menemukan penduduk yang menetap di sana dan di pulau tersebut isinya adalah bungalows (atau guest houses) dan restoran. Meskipun begitu, aku suka banget sama pulau ini karena pemandangannya bagus, pantainya bersih, dan air lautnya jernih jadi kita bisa melihat dengan jelas ikan-ikan dan karang dari atas permukaan lautnya. Selain itu, di sana juga kita disuguhi hiburan, yaitu tarian penyambutan saat kita tiba di pulau tersebut lalu pada saat makan malam diiringi oleh para penari yang menarikan tarian tradisional.
Lalu, apa saja sih yang kami lakukan di sana?
Pertama, kami melakukan pelesiran dengan speedboat untuk melihat sunset. Serius deh, sunset memang biasanya terlihat cantik banget kalau dilihat dari laut (dan juga gunung pastinya!). Perpaduan warna biru, orange, dan pink di langit kalau dilihat dari pantai benar-benar menarik banget!
Kedua, kami melakukan snorkeling! It felt like a dream karena dari dulu aku mau banget melakukan snorkeling tapi sayangnya di setiap pantai yang aku kunjungi sebelumnya tidak menyediakan jasa sewa peralatan snorkeling atau kalaupun ada harganya mahal banget. Jadi senang banget sih pas tahu ternyata di sana ada yang menyewakan peralatan snorkeling dan harganya terjangkau hahaha. Kemudian kesenangan ini berlipat ganda karena pemandangan bawah lautnya bagus banget dan terumbu karangnya masih terawat.
Ketiga, di sana kami juga melakukan tour bawah laut menggunakan boat, di mana para penumpangnya duduk di dalam perut boatnya sehingga nanti kami bisa melihat pemandangan bawah laut. Menurutku ini agak seram sih soalnya takut kapalnya tenggelam gara-gara kacanya pecah, tapi ketakutan itu menghilang setelah menyaksikan pemandangan bawah lautnya yang membuat kami speechless.
Jadi ya, kami hanya melakukan tiga hal tersebut karena tujuan kami datang ke sana untuk bersantai di pinggir pantai sambil meminum air kelapa dan menyaksikan sunrise dan sunset, terlebih lagi kami di sana hanya dua hari satu malam.
Oh ya untuk harganya menurutku agak mahal (sekitar 6 jutaan) mengingat kami cuma berempat dan hanya stay selama dua hari satu malam, tapi meskipun begitu menurutku worth it karena di mana lagi kita bisa menemukan ‘gorgeous island’ di metropolitan seperti Jakarta, kan?
Comments
Post a Comment